ANALISIS PERSEPSI PENGUNJUNG MENGENAI PENGELOLAAN LEBAH MADU UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN EKOWISATA DI DESA KECAPI, KALIANDA, LAMPUNG SELATAN

Aulia Nur Intan Denada, Gunardi Djoko Winarno, Dian Iswandaru, Yulia Rahma Fitriana

Abstract


Kebun Lebah Simpur (KLS) is one of the locations of Trigona spp bee cultivation which is quite large because it has become a reference for honey bee managers both from domestic and abroad. KLS is located in Lampung Province and has the potential to be developed into an ecotourism destination but the manager has been focusing on the cultivation and marketing of bee products. This study aims to analyze visitor perceptions regarding the management of KLS honey bees to support ecotourism activities. Data collection in this study uses the interview method with a questionnaire tool to visitors based on purposive sampling and in-depth interviews with managers to complete information about the management of KLS. The questionnaire contained questions about visitors' perceptions about KLS management based on the 4A ecotourism factor (attraction, accessibility, amenities and ancillary) with reference to Likert scale assessment. The results were then analyzed descriptively qualitatively. The results of the analysis show that the aspect of attraction is classified as good, while the visitor's perception of the accessibility, amenities and ancillary factors is still relatively neutral so development still needs to be done.


Keywords


ecotourism, cultivation of bees, tourists, perception.

Full Text:

PDF

References


Adalina, Y. 2011. Analisis financial usaha lebah madu apis mellifera l. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 5(3), 217-237.

Bramsah, M. & Darmawan, A. 2017. Potensi lansekap untuk pengembangan ekowisata di hutan lindung register 25 pematang tanggang kabupaten tanggamus. Jurnal Sylva Lestari, 5(2), 12-22.

Ekselsa, G., Yuwono, S.B. & Hilmanto, R. Respon masyarakat terhadap implementasi sistem verifikasi legalitas kayu di kelompok tani makmur desa totoprojo kecamatan way bungur kabupaten lampung timur. Jurnal Sylva Lestari, 5(2), 1-11.

Hajriati, E. & Mardiana, R. 2014. Pengaruh ekowisata berbasis masyarakat terhadap perubahan kondisi ekologi, sosial dan ekonomi di kampung batusuhunan, sukabumi. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(3), 146-159.

Haryanto, J.T. Model pengembangan ekowisata dalam mendukung kemandirian ekonomi daerah studi kasus provinsi diy. Jurnal Kawistra, 4(3), 271-286.

Khotimah, K., Wilopo. dan Hakim, L. 2017. Strategi pengembangan destinasi pariwisata budaya (studi kasus pada kawasan situs trowulan sebagai pariwisata budaya unggulan di kabupaten mojokerto). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 41(1), 56-65.

Mulyono., Susdiyanti, T. & Supriono, B. 2015. Kajian ketersediaan pakan lebah madu lokal (apis cerana fabr), 15(2), 18-26.

Nugroho, I. 2011. Ekowisata dan Pembangunan Berkelanjutan. Buku. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. 362hlm.

Prasetyo, D., Darmawan, A. & Dewi, B.S. 2019. Persepsi wisatawan dan individu kunsi tentang pengelolaan ekowisata di lampung mangrove center. Jurnal Sylva Lestari, 7(1), 22-29.

Saepudin, R. 2010. Peningkatan produktivitas lebah madu melalui penerapan sistem integrasi dengan kebun kopi. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 6(2), 115-124.

Sadiarta, M. 2006. Ekosistem hutan mangrove: wahana pelestarian alam pendidikan lingkungan. Jurnal Manajemen Pariwisata, 5(1), 4-25.

Sari, Y., Yuwono, S.B. & Rusita. 2015. Analisis potensi dan daya dukung sepanjang jalur ekowisata hutan mangrove di pantai sari ringgung, kabupaten pesawaran, lampung. Jurnal Sylva Lestari, 3(3), 31-40.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Buku. PT. Alfabet. Bandung. 464 hlm.

Sunaryo, B. 2013. Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Buku. Gava Media. Yogyakarta. 159hlm.

Sya’ban, H.M., Wulandari, C. & Hilmanto, R. 2014. Motivasi petani dalam budidaya lebah madu (apis cerana) di desa buana sakti kabupaten lampung timur. Jurnal Sylva Lestari, 2(3), 73-82.

Widowati, R. 2014. Studi usaha ternak lebah madu indigenous indonesia apis cerana secara tradisional di bali. Prosiding Seminar Nasional Prodi Biologi F. MIPA UNHI. 65-72hlm.

Widyarini, I.G.A. & Sunarta, I.N. 2018. Dampak pengembangan sarana pariwisata terhadap peningkatan jumlah pengunjung di wisata alam air panas angseri, tabanan. Jurnal Destinasi Pariwisata, 6(2), 217-223.




DOI: https://doi.org/10.29303/jbl.v3i2.500 Abstract View: 0, PDF Download: 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Belantara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Statcounter:

Pengunjung


Indexed By :

                      



 E-ISSN 2614-3453   P-ISSN 2614-7238

  Forestry Study Program Mataram University

Jl Pendidikan No 37 Mataram- Nusa Tenggara Barat Telp. (0370)7505654  e-mail: belantara@unram.ac.id 

 

Creative Commons License
Jurnal Belantara (E-ISSN 2614-3453 P-ISSN 2614-7238) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.